Yahya

Awas, AIDS Makin Parah di Manado!

In Kesehatan on Sabtu, November 15, 2008 at 2:00 pm

Rabu, 12 November 2008 | 18:06 WIB

MANADO, RABU – Kota Manado merupakan wilayah yang rentan penyebaran penyakit HIV/AIDS sehingga perlu dipikirkan solusi antisipasinya agar tidak berdampak buruk bagi kepentingan masyarakat umum.

Sesuai data terakhir penderita HIV/AIDS di Manado hingga September 2008 sebanyak 164 orang, dan kemungkinan bertambah karena banyak juga masyarakat yang menyembunyikan penyakit itu, kata petugas Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Sulut, Jones Oroh, di Manado, Rabu.

Penderita penyakit berbahaya itu berpotensi menjangkiti sejumlah orang lain, sehingga perlu ada langkah sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghindari penyakit itu, seperti mencegah seks bebas dan penggunaan suntik narkoba.

Sesuai data profesi penderita HIV/AIDS, yakni pekerja swasta merupakan kelompok masyarakat yang terbesar penderita penyakit HIV/AIDS di Kota Manado, karena ada sebanyak 37 dari total 164 orang mengidap penyakit itu.

Kemudian ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 25 orang, pekerja seks komersil (PSK) 23 orang, mahasiswa 18 orang, sopir lima orang, pelaut empat orang, dan pekerja hiburan tiga orang.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dua orang serta buruh, ojek, tukang, TNI masing-masing satu orang, serta lainnya yang tidak teridentifikasi profesinya sebanyak 43 orang.

“Kasus penyebaran penyakit HIV/AIDS seperti bola salju yang terus menggeliding membesar, sehingga sulit untuk diantisipasi secara instan,” katanya.

KPAD mengharapkan penderita penyakit HIV/AIDS di Manado, memanfaatkan Volunter Clinic Test (VCT) yang tersedia di sejumlah rumah sakit di daerah itu, untuk mengecek dan mengobati secara rutin penyakit yang diderita itu.

Beberapa VCT yang ada di Manado, yakni Rumah Sakit Umum (RSU) Prof Dr Kandouw, RSU Daerah Prof Ratumbuysang, RSU TNI Teling serta RSU Pancaran Kasih.

ABD
Sumber : Antara
Sumber : http://www.kompas.com/

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.