Yahya

Pendidikan Rumah yang Menolong Anak Lebih Berprestasi

In Uncategorized on Kamis, November 27, 2008 at 12:00 pm

Anak adalah tumpuhan dan harapan masa depan bangsa yang secara otomatis akan menanggung berbagai tanggung jawab besar disaat pemimpin bangsa masa kini melepaskan tugas mereka. Untuk dapat menjadi pemimpin masa depan yang siap, mereka harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang memadai. Salah satu bentuk dimana kesiapan mereka diuji dan terjuji ditunjukan dalam prestasi akademik maupun non akademik. Khusus Papua, didapati banyak putra asli Papua yang memiliki prestasi minim. Rendahnya kemampuan anak-anak ini dalam bidang akademik (secara khusus) memberikan frustasi yang dalam kepada orang tua mereka selain dirinya sendiri. Banyak orang tua panik dan bertanya-tanya mengapa anak kami tidak dapat ranking di kelas atau mengapa nilai akademiknya tidak memuaskan?

Banyak juga didapati bahwa ada orang tua anak-anak ini yang dengan tekun memberikan waktu dan perhatian kepada mereka (anak-anaknya) agar dapat berprestasi. Tetapi entah mengapa masih saja hasil yang dicapai belum optimal. Lahir dari ketidakberhasilan anak-anak ini disekolah, timbul konflik antara orang tua dan guru maupun sekolah. Mulai dari diragukannya kepiawaian guru-guru dalam mendidik sampai pada ketidakpercayaan orang tua terhadap sistim penilaianya disekolah terhadap anak mereka. Inilah yang menjadi alasan dasar saat salah mensalahkan atas krisis pendidikan ini terjadi. Ditambah lagi banyaknya kekesalan guru yang kurang lebih setengah hari bersama anak didiknya melihat pergaulan bebas anak-anak ini yang tidak terkontrol yang dipercayai menjadi penyebab kurang fokusnya anak didik mereka. Beberapa dilema yang telah menjadi polemik dalam dunia pendidikan di Papua.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.