<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Tabloid Suara Perempuan Papua</title>
	<atom:link href="http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com</link>
	<description>Menyuarakan Kaum Tak Bersuara</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Nov 2008 09:28:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Rakyat Papua Tak Akan Patuhi oleh yanti</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/21/rakyat-papua-tak-akan-patuhi/#comment-19</link>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 09:28:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/21/rakyat-papua-tak-akan-patuhi/#comment-19</guid>
		<description>Maaf membaca postingan anda ini, Saya jadi tidak tahu pasti... apakah anda membaca Revisinya yaitu yang telah berbentuk Rancangan Undang-undang Pornografi ataukah yang anda jadikan referensi adalah Rancangan Undang-undang Pornoaksi dan Pornografi????

Karena sebetulnya apa yang anda tulis telah direvisi, dibuatkan sebuah penjelasan baru yang dapat mengakomodasi aspirasi anda ini dalam rancangan yang kedua

Salam untuk Papua</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf membaca postingan anda ini, Saya jadi tidak tahu pasti&#8230; apakah anda membaca Revisinya yaitu yang telah berbentuk Rancangan Undang-undang Pornografi ataukah yang anda jadikan referensi adalah Rancangan Undang-undang Pornoaksi dan Pornografi????</p>
<p>Karena sebetulnya apa yang anda tulis telah direvisi, dibuatkan sebuah penjelasan baru yang dapat mengakomodasi aspirasi anda ini dalam rancangan yang kedua</p>
<p>Salam untuk Papua</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hati, Telinga, dan Mulut Bagi Kaum Tertindas oleh Oktovianus Pogau</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/17/hati-telingan-dan-mulut-bagi-kaum-tertindas/#comment-18</link>
		<dc:creator>Oktovianus Pogau</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 21:14:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/24/hati-telingan-dan-mulut-bagi-kaum-tertindas/#comment-18</guid>
		<description>Beberapa media masa yang ada di Papua selalu saya baca, walaupun sering kali terlambat karena jarak yang tidak memungkinkan. Dari semua kenyataan itu pada Umumnya saya bisa simpulkan beberapa pejabat hanya cari nama di depan publik, agat bisa di akui atau bisa di acungkan jempol cara kerjanya.

Tetapi bagi saya, ibu yang satu ini (red: Ibu Hana Hikoyabi) tidak seperti yang lainnya. Dimana selalu menyuarakan kaum tertindas, kaum yang tidak berdaya, kaum yang lemah dari lubuk hati yang paling dalam. Dan yang lebih menggembirakan, dalam tulisan kk Krist dan Yosias ini mengukapkan dengan jelas kepribadian ibu ini sama yesus. Orang yang mengandalkan Tuhan dalam segala lakunya, akan menjadi panutan masyarakat, contohnya ibu Hana sendiri.
 
Semoga mama-mama, tante-tante, dan seluruh perempuan yang ada di seluruh pelosok Papua dapat disuarakan melaui ibu hana. Dan untuk ibu hana, ini tugas yang sangat berat, tetap berjuang terus karena semua membutuhkanMU. selain itu perlua di ingat, kebenaran selalu bertentang dengan kejahatan, tetapi jangan jadikan itu sebagai penghambat untuk ibu tidak berkembang. SELAMAT BERJUANG IBU, KALAU BISA MAIN KE NABIRE. 
SALAM DARI NABIRE

www.pogauokto.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa media masa yang ada di Papua selalu saya baca, walaupun sering kali terlambat karena jarak yang tidak memungkinkan. Dari semua kenyataan itu pada Umumnya saya bisa simpulkan beberapa pejabat hanya cari nama di depan publik, agat bisa di akui atau bisa di acungkan jempol cara kerjanya.</p>
<p>Tetapi bagi saya, ibu yang satu ini (red: Ibu Hana Hikoyabi) tidak seperti yang lainnya. Dimana selalu menyuarakan kaum tertindas, kaum yang tidak berdaya, kaum yang lemah dari lubuk hati yang paling dalam. Dan yang lebih menggembirakan, dalam tulisan kk Krist dan Yosias ini mengukapkan dengan jelas kepribadian ibu ini sama yesus. Orang yang mengandalkan Tuhan dalam segala lakunya, akan menjadi panutan masyarakat, contohnya ibu Hana sendiri.</p>
<p>Semoga mama-mama, tante-tante, dan seluruh perempuan yang ada di seluruh pelosok Papua dapat disuarakan melaui ibu hana. Dan untuk ibu hana, ini tugas yang sangat berat, tetap berjuang terus karena semua membutuhkanMU. selain itu perlua di ingat, kebenaran selalu bertentang dengan kejahatan, tetapi jangan jadikan itu sebagai penghambat untuk ibu tidak berkembang. SELAMAT BERJUANG IBU, KALAU BISA MAIN KE NABIRE.<br />
SALAM DARI NABIRE</p>
<p><a href="http://www.pogauokto.blogspot.com" rel="nofollow">http://www.pogauokto.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Aksi Koboi Pengurus Persipura oleh danokafara</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/05/aksi-koboi-pengurus-persipura/#comment-17</link>
		<dc:creator>danokafara</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 12:21:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/05/aksi-koboi-pengurus-persipura/#comment-17</guid>
		<description>persipura kami siap dukung.....!!!!

namun.....

pengurus dan kru-nya perlu lebih profesional lagi. mengingat dana yang seharusnya menjadi hak rakyat dan telah digunakan akan menjadi sia-sia.

lebih baik bagi-bagi ke mama-mama di kampung dan di pasar-pasar saja.

tapi kalo memang APBD layak untuk persipura.

persipura harus lebih profesional lagi. baik dari sudut performa di lapangan maupun manajemen.

MAJU TERUS PERSIPURA.........!!!!!

KO BRANGKAAAAAT.............!!!!!!

salam dari Dano 

Manokwari</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>persipura kami siap dukung&#8230;..!!!!</p>
<p>namun&#8230;..</p>
<p>pengurus dan kru-nya perlu lebih profesional lagi. mengingat dana yang seharusnya menjadi hak rakyat dan telah digunakan akan menjadi sia-sia.</p>
<p>lebih baik bagi-bagi ke mama-mama di kampung dan di pasar-pasar saja.</p>
<p>tapi kalo memang APBD layak untuk persipura.</p>
<p>persipura harus lebih profesional lagi. baik dari sudut performa di lapangan maupun manajemen.</p>
<p>MAJU TERUS PERSIPURA&#8230;&#8230;&#8230;!!!!!</p>
<p>KO BRANGKAAAAAT&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.!!!!!!</p>
<p>salam dari Dano </p>
<p>Manokwari</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire oleh Admin</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-15</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 02:47:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-15</guid>
		<description>syaloom buat bu ratna Ariani, bahwa empat tahun lalu di Papua (2004) sama dengan empat minggu kemarin atau empat edisi tspp, jika Ibu ratna tetap membaca dan mengikuti perkembangan perempuan  Papua dan masalahnya di blog tspp. Kami sangat senang jika blog tspp dimasukkan di link Anda. 

naosa geulis, redaksi tspp tetap menanti tulisan-tulisannya untuk edisi cetak dan online. Kami sangat antusias untuk mendorong semakin banyak orang Papua menulis, khususnya perempuan Papua. 

buat saudara octovianus pogau, dua tanggapan dari ratna dan naosa geulis cukup memberikan gambaran kecil tentang kepemimpinan perempuan Papua kedepan dalam diri Ibu Sipora Boray sebagai calon Bupati Kabupaten Nabire saat ini. 

selamat menyuarakan kaum tak bersuara.
salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syaloom buat bu ratna Ariani, bahwa empat tahun lalu di Papua (2004) sama dengan empat minggu kemarin atau empat edisi tspp, jika Ibu ratna tetap membaca dan mengikuti perkembangan perempuan  Papua dan masalahnya di blog tspp. Kami sangat senang jika blog tspp dimasukkan di link Anda. </p>
<p>naosa geulis, redaksi tspp tetap menanti tulisan-tulisannya untuk edisi cetak dan online. Kami sangat antusias untuk mendorong semakin banyak orang Papua menulis, khususnya perempuan Papua. </p>
<p>buat saudara octovianus pogau, dua tanggapan dari ratna dan naosa geulis cukup memberikan gambaran kecil tentang kepemimpinan perempuan Papua kedepan dalam diri Ibu Sipora Boray sebagai calon Bupati Kabupaten Nabire saat ini. </p>
<p>selamat menyuarakan kaum tak bersuara.<br />
salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire oleh naosa geulis</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-14</link>
		<dc:creator>naosa geulis</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 21:46:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-14</guid>
		<description>tulisan saya di atas tidak berarti saya menolak kepemimpinan perempuan tapi justru harus dilihat sebagai masukan positif pada perempuan diamanapun untuk membuktikan pada dunia bahwa keadaan memang lebih baik bagi semua saat perempuan menjadi pemimpin dengan belajar terus dari kepemimpinan di masa lalu.... tabea</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan saya di atas tidak berarti saya menolak kepemimpinan perempuan tapi justru harus dilihat sebagai masukan positif pada perempuan diamanapun untuk membuktikan pada dunia bahwa keadaan memang lebih baik bagi semua saat perempuan menjadi pemimpin dengan belajar terus dari kepemimpinan di masa lalu&#8230;. tabea</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire oleh ratna ariani</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-13</link>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 17:26:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-13</guid>
		<description>oh ya mohon ijin saya tambahkan link ini di blog saya yang khusus untuk perempuan indonesia. Artikel di atas juga sudah saya post. Tx a lot.
Blog ini luar biasa, membuat saya teringat tanah papua saat pertama kali datang di tahun 2004. Terus menyuarakan segala kebenaran dan keadilan demi kebaikan generasi penerus di papua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oh ya mohon ijin saya tambahkan link ini di blog saya yang khusus untuk perempuan indonesia. Artikel di atas juga sudah saya post. Tx a lot.<br />
Blog ini luar biasa, membuat saya teringat tanah papua saat pertama kali datang di tahun 2004. Terus menyuarakan segala kebenaran dan keadilan demi kebaikan generasi penerus di papua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire oleh ratna ariani</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-12</link>
		<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 17:20:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-12</guid>
		<description>Saya bukan orang papua tapi saya salut kalau ada perempuan papua berani mencalonkan dirinya dengan segala &#039;keterbatasan&#039;nya termasuk &#039;kekurangannya&#039;. Apakah kalau calonnya laki-laki juga ditanyakan masalah pribadi seperti &#039;keluarga&#039;nya? Megawati yang tidak punya masalah dengan keluarganya toh tidak membawa arti signifikan bagi perjuangan kaum perempuan. Yang penting kesempatan harus diberikan,kalau perlu direbut dan diperjuangkan. Pemimpin itu hidup dengan visinya, ada atau tidak ada posisi atau jabatan. Pemimpin seperti ini pasti menemukan jalan untuk menggapai visinya. Demikian juga perempuan atau lakilaki kalau tidak punya visi, biar dia di level puncak sama saja seperti pion yang mudah dimainkan sekelilingnya. 
Belajar dari kasus Sarah Pallin, kandidat wapres kelompok konservatif di Amerika, diserang pers habis2an karena anaknya hamil diluar nikah. Apa yang terjadi? Justru publik kembali menghantam pers dan memberikan simpati kepada Pallin yang akhirnya  merangkul anaknya dengan kasih seorang ibu.
Kesalahan tidak bisa dihindari di masalalu, its history, sudah jadi sejarah, tapi keinginan untuk memperbaikinya adalah suatu itikad yang harus ditunjukkan. Selalu ada harapan menjadi yang lebih baik.
Saya rasa ini berlaku bagi siapapun, perempuan dan laki-laki. There is always room for improvement, maju terus mama sipora, Saya doakan dan titipkan anak-anak dan para guru di Kolese Adi Luhur pada anda ya. Ada beberapa kisahnya di www.tulisanperempuan.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan orang papua tapi saya salut kalau ada perempuan papua berani mencalonkan dirinya dengan segala &#8216;keterbatasan&#8217;nya termasuk &#8216;kekurangannya&#8217;. Apakah kalau calonnya laki-laki juga ditanyakan masalah pribadi seperti &#8216;keluarga&#8217;nya? Megawati yang tidak punya masalah dengan keluarganya toh tidak membawa arti signifikan bagi perjuangan kaum perempuan. Yang penting kesempatan harus diberikan,kalau perlu direbut dan diperjuangkan. Pemimpin itu hidup dengan visinya, ada atau tidak ada posisi atau jabatan. Pemimpin seperti ini pasti menemukan jalan untuk menggapai visinya. Demikian juga perempuan atau lakilaki kalau tidak punya visi, biar dia di level puncak sama saja seperti pion yang mudah dimainkan sekelilingnya.<br />
Belajar dari kasus Sarah Pallin, kandidat wapres kelompok konservatif di Amerika, diserang pers habis2an karena anaknya hamil diluar nikah. Apa yang terjadi? Justru publik kembali menghantam pers dan memberikan simpati kepada Pallin yang akhirnya  merangkul anaknya dengan kasih seorang ibu.<br />
Kesalahan tidak bisa dihindari di masalalu, its history, sudah jadi sejarah, tapi keinginan untuk memperbaikinya adalah suatu itikad yang harus ditunjukkan. Selalu ada harapan menjadi yang lebih baik.<br />
Saya rasa ini berlaku bagi siapapun, perempuan dan laki-laki. There is always room for improvement, maju terus mama sipora, Saya doakan dan titipkan anak-anak dan para guru di Kolese Adi Luhur pada anda ya. Ada beberapa kisahnya di <a href="http://www.tulisanperempuan.wordpress.com" rel="nofollow">http://www.tulisanperempuan.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire oleh Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire &#171; Tulisan perempuan untuk Indonesia</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-11</link>
		<dc:creator>Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire &#171; Tulisan perempuan untuk Indonesia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 17:03:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-11</guid>
		<description>[...] selain, Joseline diberikan kepercayaan untuk menjadi Bupati Kabupaten Nabire periode 2009 – 2014.Sumber : Krist Ansaka, Yosias Wambrauw, Emanuel Goo (Nabire)     No Comments so far  Leave a comment   RSS [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] selain, Joseline diberikan kepercayaan untuk menjadi Bupati Kabupaten Nabire periode 2009 – 2014.Sumber : Krist Ansaka, Yosias Wambrauw, Emanuel Goo (Nabire)     No Comments so far  Leave a comment   RSS [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire oleh naosa geulis</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-10</link>
		<dc:creator>naosa geulis</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 15:09:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/04/ketika-perempuan-jadi-bupati-di-nabire/#comment-10</guid>
		<description>ada hal yang menarik untuk dilihat bersama soal perempuan menjadi pemimpin. sebenarnya ada satu tulisan pribadi saya tentang peran serta perempuan nabire di panggung politik yang mungkin dalam waktu dekat saya kirim ke tabloid spp atau ke media lain.
saya hanya ingin menyampaikan beberapa hal:
Sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia mencatat bahwa ada satu orang Perempuan yang pernah memimpin negara ini yaitu Megawati Soekarniputri yang adalah putri Sang Proklamator, Ir. Soekarno namun sejarah Gerakan Perempuan di Indonesia juga mencatat bahwa Megawati Soekarnoputri adalah cermin kegagalan seorang pemimpin Perempuan Indonesia membawa kaumnya ke arah yang lebih baik.
Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) justru melihat dengan kaca mata yang berbeda. Banyak harapan muncul ketika Megawati menjadi presiden. Mereka menaruh harapan besar terhadap pemerintahan Megawati – Hamzah Haz, terutama dalam hal keadilan dan demokrasi. Megawati sebagai Perempuan Indonesia pertama yang menjadi Presiden telah memberikan dukungan moral bagi gerakan Perempuan dalam upaya memperjuangkan dan menegakkan hak atas persamaan peran dan kedudukan Perempuan dalam bidang politik dijamin oleh konstitusi dan perundang-undangan lainnya. Di sisi lain, KPI juga melihat bahwa dengan naiknya Megawati sebagai Presiden merupakan batu ujian bagi gerakan Perempuan.
Masih berbicara soal kepemimpinan Megawati. Dalam masa kepemimpinannya nyaris tidak ada satupun Undang-Undang yang di keluarkan untuk kepentingan kaumnya. Hanya satu Undang-Undang tentang Perempuan yang dikeluarkan diakhir masa jabatannya sebagai Presiden. Hal itu dilakukan karena desakan dari Perempuan-Perempuan sadar yang mengerti bahwa kepentingan mereka tidak terakomodir selama ini dan tidak ada produk hukum yang melindungi Perempuan. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika Perempuan menjadi pemimpin tidak serta merta ia menjadi  pejuang bagi kaumnya. Ini semua kembali pada kesadaran Megawati akan kondisi real kaumnya. Megawati yang dikelilingi jenderal-jenderal justru melumpuhkan gerakan Perempuan di Indonesia yang sudah terpasung selama masa Orde Baru. 
Kepemimpinan Megawati memberikan pelajaran berharga bagi Gerakan Perempuan di Indonesia bahwa dengan memiliki pemimpin yang adalah Perempuan tidak berarti Perempuan tersebut mampu melakukan sesuatu yang berguna bagi Perempuan lain atau malah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan justru membuat gerakan Perempuan menjadi stagnant. Tidak semua Perempuan mengerti langkah-langkah yang harus diambil olehnya sebagai pemimpin di dalam masyarakat dan bangsanya. Hal ini terjadi karena pemahaman yang minim dan dominasi laki-laki dan militer yang masih kuat dalam diri Perempuan itu dan perempuan itu sendiri tidak mampu keluar dari dominasi tersebut.
Pengalaman di berbagai tempat di Indonesia, pemilihan kepala daerah belum banyak perempuan yang maju untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin. Di beberapa tempat, calon anggota legislatif belum mendapat suara. Ini bukti bahwa masyarakat Indonesia belum percaya pada kepempinan seorang perempuan. Apalagi bila perempuan tersebut belum teruji kualitasnya sebagai seorang pemimpin. Ini menjadi tugas berat bagi gerakan perempuan untuk memunculkan figure perempuan sebagai pemimpin yang berkualitas dan mampu memajukan kesetaraan jender.
Belum banyak Perempuan Papua yang secara continuous memperjuangkan kepentingan Perempuan. Yosepha Alomang hingga saat ini masih menjadi tokoh perjuangan Perempuan Papua bila berbicara soal Gerakan Perempuan di Papua. Ia adalah lambang pembebasan Rakyat Papua secara umum dan Perempuan Papua secara khusus. Namun dalam perjalanannya ia kehilangan makna dan arah perjuangan ketika pihak yang selama ini menjadi musuhnya malah merangkulnya. Apalagi ketiga perjuangannya diarahkan oleh pihak-pihak tertentu agar lebih ilmiah. Makna perjuangannya menjadi semakin bias.
Sebuah kemajuan bagi Kabupaten Nabire bila memunculkan  kandidat calon bupati dalam periode ini adalah Perempuan walau kemajuan ini tetap saja dinilai lamban karena tidak sedikit Perempuan Nabire asli yang sudah mengenyam bangku pendidikan hingga ke perguruan tinggi saat ini. Belum banyak data tentang Kemajuan Gerakan Perempuan di Nabire. Hal ini ditandai dengan hampir tidak ada Lembaga-lembaga Kajian tentang persoalan-persoalan yang dialami Perempuan atau lebih sering disebut Woman Crisis Centre (WCC) ataupun lembaga pemerintahan seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan yang ada di Nabire.
Besar harapan masyarakat akan lahirnya seorang pemimpin Perempuan di Nabire tapi tentu saja pemimpin yang diharapkan di sini adalah pemimpin yang mampu melakukan perubahan mendasar bagi kemajuan kesetaraan jender dan memiliki arah dan tujuan yang jelas bagi kemajuan kehidupan masyarakat di sektor-sektor penting seperti  kesehatan dan pendidikan sehingga demokrasi sejati dan kehidupan yang egaliter dapat terwujud. Semoga..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada hal yang menarik untuk dilihat bersama soal perempuan menjadi pemimpin. sebenarnya ada satu tulisan pribadi saya tentang peran serta perempuan nabire di panggung politik yang mungkin dalam waktu dekat saya kirim ke tabloid spp atau ke media lain.<br />
saya hanya ingin menyampaikan beberapa hal:<br />
Sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia mencatat bahwa ada satu orang Perempuan yang pernah memimpin negara ini yaitu Megawati Soekarniputri yang adalah putri Sang Proklamator, Ir. Soekarno namun sejarah Gerakan Perempuan di Indonesia juga mencatat bahwa Megawati Soekarnoputri adalah cermin kegagalan seorang pemimpin Perempuan Indonesia membawa kaumnya ke arah yang lebih baik.<br />
Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) justru melihat dengan kaca mata yang berbeda. Banyak harapan muncul ketika Megawati menjadi presiden. Mereka menaruh harapan besar terhadap pemerintahan Megawati – Hamzah Haz, terutama dalam hal keadilan dan demokrasi. Megawati sebagai Perempuan Indonesia pertama yang menjadi Presiden telah memberikan dukungan moral bagi gerakan Perempuan dalam upaya memperjuangkan dan menegakkan hak atas persamaan peran dan kedudukan Perempuan dalam bidang politik dijamin oleh konstitusi dan perundang-undangan lainnya. Di sisi lain, KPI juga melihat bahwa dengan naiknya Megawati sebagai Presiden merupakan batu ujian bagi gerakan Perempuan.<br />
Masih berbicara soal kepemimpinan Megawati. Dalam masa kepemimpinannya nyaris tidak ada satupun Undang-Undang yang di keluarkan untuk kepentingan kaumnya. Hanya satu Undang-Undang tentang Perempuan yang dikeluarkan diakhir masa jabatannya sebagai Presiden. Hal itu dilakukan karena desakan dari Perempuan-Perempuan sadar yang mengerti bahwa kepentingan mereka tidak terakomodir selama ini dan tidak ada produk hukum yang melindungi Perempuan. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika Perempuan menjadi pemimpin tidak serta merta ia menjadi  pejuang bagi kaumnya. Ini semua kembali pada kesadaran Megawati akan kondisi real kaumnya. Megawati yang dikelilingi jenderal-jenderal justru melumpuhkan gerakan Perempuan di Indonesia yang sudah terpasung selama masa Orde Baru.<br />
Kepemimpinan Megawati memberikan pelajaran berharga bagi Gerakan Perempuan di Indonesia bahwa dengan memiliki pemimpin yang adalah Perempuan tidak berarti Perempuan tersebut mampu melakukan sesuatu yang berguna bagi Perempuan lain atau malah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan justru membuat gerakan Perempuan menjadi stagnant. Tidak semua Perempuan mengerti langkah-langkah yang harus diambil olehnya sebagai pemimpin di dalam masyarakat dan bangsanya. Hal ini terjadi karena pemahaman yang minim dan dominasi laki-laki dan militer yang masih kuat dalam diri Perempuan itu dan perempuan itu sendiri tidak mampu keluar dari dominasi tersebut.<br />
Pengalaman di berbagai tempat di Indonesia, pemilihan kepala daerah belum banyak perempuan yang maju untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin. Di beberapa tempat, calon anggota legislatif belum mendapat suara. Ini bukti bahwa masyarakat Indonesia belum percaya pada kepempinan seorang perempuan. Apalagi bila perempuan tersebut belum teruji kualitasnya sebagai seorang pemimpin. Ini menjadi tugas berat bagi gerakan perempuan untuk memunculkan figure perempuan sebagai pemimpin yang berkualitas dan mampu memajukan kesetaraan jender.<br />
Belum banyak Perempuan Papua yang secara continuous memperjuangkan kepentingan Perempuan. Yosepha Alomang hingga saat ini masih menjadi tokoh perjuangan Perempuan Papua bila berbicara soal Gerakan Perempuan di Papua. Ia adalah lambang pembebasan Rakyat Papua secara umum dan Perempuan Papua secara khusus. Namun dalam perjalanannya ia kehilangan makna dan arah perjuangan ketika pihak yang selama ini menjadi musuhnya malah merangkulnya. Apalagi ketiga perjuangannya diarahkan oleh pihak-pihak tertentu agar lebih ilmiah. Makna perjuangannya menjadi semakin bias.<br />
Sebuah kemajuan bagi Kabupaten Nabire bila memunculkan  kandidat calon bupati dalam periode ini adalah Perempuan walau kemajuan ini tetap saja dinilai lamban karena tidak sedikit Perempuan Nabire asli yang sudah mengenyam bangku pendidikan hingga ke perguruan tinggi saat ini. Belum banyak data tentang Kemajuan Gerakan Perempuan di Nabire. Hal ini ditandai dengan hampir tidak ada Lembaga-lembaga Kajian tentang persoalan-persoalan yang dialami Perempuan atau lebih sering disebut Woman Crisis Centre (WCC) ataupun lembaga pemerintahan seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan yang ada di Nabire.<br />
Besar harapan masyarakat akan lahirnya seorang pemimpin Perempuan di Nabire tapi tentu saja pemimpin yang diharapkan di sini adalah pemimpin yang mampu melakukan perubahan mendasar bagi kemajuan kesetaraan jender dan memiliki arah dan tujuan yang jelas bagi kemajuan kehidupan masyarakat di sektor-sektor penting seperti  kesehatan dan pendidikan sehingga demokrasi sejati dan kehidupan yang egaliter dapat terwujud. Semoga..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Wali Kota Menepis Tudingan oleh flekisfendey</title>
		<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/08/wali-kota-menepis-tudingan/#comment-9</link>
		<dc:creator>flekisfendey</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 03:04:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/10/08/wali-kota-menepis-tudingan/#comment-9</guid>
		<description>kasihan pa wali kotanya...niatnya baik tapi dampaknya buruk....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kasihan pa wali kotanya&#8230;niatnya baik tapi dampaknya buruk&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
