Setiap peristiwa penting yang dirayakan masyarakat Papua kerap diselingi dengan pengibaran bendera Bintang Kejora. Walau sebagian pelaku pengibarnya dipenjara puluhan tahun, bendera Bintang Kejora terus saja berkibar. Pemerintah perlu kaji ulang kebijakan soal bendera di Papua.
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Adat’
Menyoal Legalitas DAP
In Politik on Minggu, Oktober 5, 2008 at 2:16 amHari Penduduk Pribumi Sedunia yang dirayakan di Wamena, 9 Agustus 2008 lalu, polisi tidak mengeluarkan surat izin karena Dewan Adat Papua tidak terdaftar sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan ke Badan Kesatuan Bangsa Provinsi Papua. Padahal, keberadaannya sudah diakui dan diterima masyarakat manapun.
Akan Kemana Kasus Wamena?
In Politik on Minggu, Oktober 5, 2008 at 1:30 amPerayaan Hari Pribumi Internasional, 9 Agustus 2008 di Lapangan Sinapuk, Wamena yang diselenggarakan Dewan Adat Papua melahirkan dua kasus hukum yang masih selidiki aparat kepolisian Papua. Pengibaran bendera Bintang Kejora dan penembakan Opinus Tabuni. Kasus mana yang akan menjadi perhatian aparat penegak hukum?
Perang Untuk Menjaga Martabat
In Suara Perempuan on Sabtu, Oktober 4, 2008 at 3:49 amPada jaman dulu, terutama bagi masyarakat atau suku-suku yang mendiami wilayah pegunungan tengah, perang dipakai sebagai salah satu solusi dalam menyelesaikan masalah jika tidak bisa lewat meja perundingan. Beberapa soal yang bisa memicu perang antara lain karena soal babi, dusun, dan perempuan. Hingga kini, tradisi perang sebagai solusi mempertahankan martabat masih menjadi pilihan utama.
Kronologi Insiden Peringatan Hari Masyarakat Pribumi se-Dunia 9 Agustus 2008 di Wamema
In Uncategorized on Senin, September 29, 2008 at 4:58 amMASSA dari berbagai penjuru berkumpul di perempatan Tugu Pepera Kota Wamena menyambut panitia penyelenggara Peringatan Hari Masyarakat Pribumi se-Dunia, 9 Agustus 2008, Dewan Adat Baliem (DAB), Dewan Adat Papua (DAP) dan tamu undangan. Selanjutnya menuju Lapangan Sinapuk, Wamena.
Suku Kawey Menolak PT ASI Beroperasi
In Peristiwa on Senin, September 29, 2008 at 4:32 amMASYARAKAT Adat Maya Suku Kawey, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat bersikukuh menolak tanahnya dieksploitasi PT. Anugerah Surya Pratama atau ASP yang telah berganti nama menjadi Anugerah Surya Indotama atau ASI.

