Dalam tradisi dan budaya suku Amungme, perempuan diidentikkan sebagai sumber kehidupan. Gara-gara perempuan, sesama warga Amungme bisa perang. Atau baku bunuh antara satu kampung dengan kampung yang lain atau antara satu marga dengan marga yang lain. Karena sangat berharganya nilai seorang perempuan. Apalagi jika ia punya karya tangan (in nago nin ), hatinya (nart nin), dan pengaruh yang nyata (in nagawan) bagi keluarga, suami dan masyarakat.
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Amungme’
Perang Untuk Menjaga Martabat
In Suara Perempuan on Sabtu, Oktober 4, 2008 at 3:49 amPada jaman dulu, terutama bagi masyarakat atau suku-suku yang mendiami wilayah pegunungan tengah, perang dipakai sebagai salah satu solusi dalam menyelesaikan masalah jika tidak bisa lewat meja perundingan. Beberapa soal yang bisa memicu perang antara lain karena soal babi, dusun, dan perempuan. Hingga kini, tradisi perang sebagai solusi mempertahankan martabat masih menjadi pilihan utama.