Jumlah penderita HIV AIDS di Jayawijaya hingga Mei 2008 lalu 179 orang. Hanya dua orang yang Non Papua. Jumlah ini akan terus bertambah seiring terbatasnya fasilitas kesehatan dan rendahnya pemahaman terhadap bahaya wabah ini.
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘HIV’
Awas, AIDS Makin Parah di Manado!
In Kesehatan on Sabtu, November 15, 2008 at 2:00 pmRabu, 12 November 2008 | 18:06 WIB
MANADO, RABU – Kota Manado merupakan wilayah yang rentan penyebaran penyakit HIV/AIDS sehingga perlu dipikirkan solusi antisipasinya agar tidak berdampak buruk bagi kepentingan masyarakat umum.
Sesuai data terakhir penderita HIV/AIDS di Manado hingga September 2008 sebanyak 164 orang, dan kemungkinan bertambah karena banyak juga masyarakat yang menyembunyikan penyakit itu, kata petugas Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Sulut, Jones Oroh, di Manado, Rabu.
Penderita penyakit berbahaya itu berpotensi menjangkiti sejumlah orang lain, sehingga perlu ada langkah sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghindari penyakit itu, seperti mencegah seks bebas dan penggunaan suntik narkoba.
Sesuai data profesi penderita HIV/AIDS, yakni pekerja swasta merupakan kelompok masyarakat yang terbesar penderita penyakit HIV/AIDS di Kota Manado, karena ada sebanyak 37 dari total 164 orang mengidap penyakit itu.
RI-Papua Nugini Perlu Kerja Sama Atasi HIV/AIDS
In Kesehatan on Sabtu, November 15, 2008 at 1:00 pmKamis, 13 November 2008 | 20:41 WIB
JAYAPURA, KAMIS – Pemerintah RI, khususnya Pemprov Papua, perlu meningkatkan kerja sama dengan pemerintah Papua Nugini (PNG) untuk menanggulangi penyebaran penyakit HIV/AIDS karena perkembangannya di kedua negara itu semakin pesat.
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Daerah Provinsi Papua, drh Costant Karma, menjelaskan di Jayapura, Kamis, penyebaran virus HIV/AIDS di Papua dan PNG saat ini sudah berada pada tahapan yang membahayakan sehingga perlu segera ada upaya-upaya penanggulangannya yang efektif dan kongkrit.
Penularan HIV/AIDS Memprihatinkan di Papua
In Kesehatan on Kamis, November 13, 2008 at 12:00 pmRabu, 12 November 2008 | 17:40 WIB
JAYAPURA, RABU – Penduduk Provinsi Papua dan Papua Barat yang terinfeksi virus HIV/AIDS saat ini diperkirakan mencapai 5.000 orang dan kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan.
“Padahal virus penyakit mematikan itu pertama kali ditemukan tahun 1992 di Kabupaten Merauke,Provinsi Papua, pada enam orang penderita saja,” kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Papua, drh Costan Karma, dalam jumpa persnya di Jayapura, Senin.
Ia mengatakan, dalam kurun waktu 16 tahun, penyakit HIV/AIDS itu berkembang cepat dan telah menginfeksi kurang lebih 5.000 orang.
Dia mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS itu, tetapi penyakit tersebut cenderung lebih cepat berkembang dibandingkan upaya penanggulangannya.
Hati, Telinga, dan Mulut Bagi Kaum Tertindas
In Suara Perempuan on Jumat, Oktober 17, 2008 at 7:00 amKebijakan pembangunan saat ini belum berpihak kepada kaum perempuan. Untuk mendorong adanya perubahan kebijakan yang berpihak kepada kaum marginal, maka perempuan harus dapat mengisi kouta 30 persen di legislatif, baik yang ada di provinsi, kabupaten dan kota. Hal inilah yang diungkapkan Wakil Ketua II MRP, Dra. Hana S. Hikoyabi yang kini diakui sebagai hati, telinga dan mulut bagi kaum tertindas di Papua, termasuk perempuan asli Papua.
KPAN Gelar Pertemuan Regional
In Peristiwa on Senin, Oktober 6, 2008 at 1:19 amKOMISI Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) akan menggelar Pertemuan Regional KPA Kabupaten/Kota se tanah Papua di Sorong, 21-22 Agustus lalu. Salah satu tujuan temu regional itu, menyelaraskan strategi penanggulangan AIDS di tanah Papua dengan strategi pembangunan daerah, termasuk Rencana Strategi Pembangunan Kampung (RESPEK). Ini dikemukakan Wakil Gubernur Papua Alex Hasegem kepada pers, belum lama ini.
