Anak adalah tumpuhan dan harapan masa depan bangsa yang secara otomatis akan menanggung berbagai tanggung jawab besar disaat pemimpin bangsa masa kini melepaskan tugas mereka. Untuk dapat menjadi pemimpin masa depan yang siap, mereka harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang memadai. Salah satu bentuk dimana kesiapan mereka diuji dan terjuji ditunjukan dalam prestasi akademik maupun non akademik. Khusus Papua, didapati banyak putra asli Papua yang memiliki prestasi minim. Rendahnya kemampuan anak-anak ini dalam bidang akademik (secara khusus) memberikan frustasi yang dalam kepada orang tua mereka selain dirinya sendiri. Banyak orang tua panik dan bertanya-tanya mengapa anak kami tidak dapat ranking di kelas atau mengapa nilai akademiknya tidak memuaskan?
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Papua’
Pendidikan Rumah yang Menolong Anak Lebih Berprestasi
In Uncategorized on Kamis, November 27, 2008 at 12:00 pmOrang Mati pun Terima Biaya Pendidikan
In Uncategorized on Senin, November 24, 2008 at 12:00 amDua mahasiwa diploma dua Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Merauke yang sudah meninggal tetap terdaftar sebagai penerima biaya pendidikan dari pengelola D2 PGSD. Soal inilah yang diprotes mahasiswa ke DPRD setempat.
Sekilas Sejarah dan Kondisi HAM di Papua
In Opini on Minggu, November 23, 2008 at 12:00 amPASAL 1 Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia menyatakan bahwa ’semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan.’
Berdasarkan deklarasi ini, tidak ada seorang pun manusia di dunia ini yang berhak membunuh atau menghilangkan nyawa manusia lain sekehendak hati.
Bila melihat kembali pada sejarah peradaban dunia, Bangsa Romawi sudah memiliki konsep tentang hak bangsa-bangsa (jus gentium). Hak bangsa-bangsa ini merupakan aturan-aturan yang berlaku umum dalam semua masyarakat beradab. Kemudian muncul pandangan yang bersifat teologis tentang hukum-hukum alam yaitu aturan-aturan yang datang dari Tuhan pada abad pertengahan yang waktu itu yang didominasi oleh gereja dimana konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan-aturan itu harus dipertanggungjawabkan sendiri pada Tuhan.
Kemudian lahir Magna Carta, 1215 sebagai suatu rangkaian yang membatasi kekuasaan raja dan kaum bangsawan. Untuk pertama kalinya dalam pengertian modern, pengertian hak muncul melalui deklarasi Bill of Right, 1688 melalui apa yang disebut dengan Glorious Revolution di Inggris.
Tingkat HIV AIDS di Wamena Makin Tinggi
In Kesehatan on Sabtu, November 22, 2008 at 5:00 pmJumlah penderita HIV AIDS di Jayawijaya hingga Mei 2008 lalu 179 orang. Hanya dua orang yang Non Papua. Jumlah ini akan terus bertambah seiring terbatasnya fasilitas kesehatan dan rendahnya pemahaman terhadap bahaya wabah ini.
Menulis demi Kebebasan dan Solidaritas
In Uncategorized on Kamis, November 20, 2008 at 9:00 pm
Neles Tebay
Dua buku diluncurkan Selasa, 7 dan Rabu, 8 Oktober. Yang pertama tentang Persipura, yang kedua mengenai masalah Papua dan peluang penyelesaiannya.
MENULIS, tak lain, bagian dari “ingatan melawan lupa,” kata Frits Ramandey via orasi tertulisnya dalam peluncuran buku Persipura Mutiara Hitam, Sepakbola dari Negeri Cenderawasih (Lembaga Studi Pers dan Otonomi Khusus Papua/LSP Otsus Papua, 2008)-sebenarnya kata-kata ini disitir dari penulis Milan Kundera.
Melaluinya hendak disadarkan, ingatan kolektif masyarakat sangat rentan untuk dimanipulir dan dipolitisir (politik ingatan). Merujuk buku The Politics of Memory (1998) dan Ingatan Kolektif dan Rekonsiliasi (2004), Frits berujar, negara yang diperintah seorang diktator, secara sistematis biasa menentukan apa-apa saja yang boleh dikenang, diingat dan diperingati oleh rakyatnya. Di sini, hanya ada tafsir tunggal terhadap masa lalu.
Aturan Penangkal Nafsu
In Laporan Utama on Kamis, November 20, 2008 at 11:00 amWalau Rancangan Undang-undang Pornografi ditolak masyarakat, DPR tidak mempedulikannya. Bagaimana penerapannya nanti?
RENCANA penetapan Ran-cangan Undang-undang Pornografi menjadi undang-undang oleh DPR dalam waktu dekat yang belum ditentukan itu menimbulkan reaksi penolakan dari berbagai kelompok masyarakat di Indonesia.
Rancangan undang-undang tersebut sebenarnya nyaris disahkan pada beberapa waktu lalu, tapi karena banyak pihak mempersoalkan urgensi penerapan aturan penangkal nafsu tersebut, maka urung disahkan dan mulai dibahas lagi pada 2008 ini. Dalam pembahasannya, DPR sudah merevisi beberapa pasal yang dianggap kontroversial, tapi masih saja terdapat pasal yang dianggap paling kontroversial.
Berawal dari Goyang Ngebor
In Laporan Utama on Selasa, November 18, 2008 at 12:00 pmRancangan Undang-undang Pornografi akan disahkan DPR RI. Tapi
pasal- pasalnya sangat mengkriminalisasikan tubuh perempuan. RUU ini
dinilai sarat muatan politik. Penolakan pun berlansung dimana-mana,
termasuk di Papua.
AntiDiskriminasi “Diskriminasi Positif” Masih Diperlukan
In Politik on Minggu, November 16, 2008 at 12:00 amJumat, 14 November 2008 | 00:21 WIB
Jakarta, Kompas – Sekalipun Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis sudah disahkan, ”diskriminasi positif” masih tetap diperlukan. Kebijakan afirmatif dengan memprioritaskan kelompok tertentu semata-mata hanya untuk mengurangi ketertinggalan dan ketentuan itu pun tidak boleh bersifat permanen.
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muridan S Widjojo, di Jakarta, Rabu (12/11), menyebutkan, ketentuan afirmatif itu terdapat dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 mengenai Otonomi Khusus Papua, di mana calon gubernur dan wakil gubernur Papua mesti orang asli Papua. Sementara dalam UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis ada jaminan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh perlakuan yang sama untuk mendapatkan hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya tanpa pembedaan ras dan etnis. ”UU Otsus tidak bertentangan dengan UU Penghapusan Diskriminasi,” ujar Muridan.
RI-Papua Nugini Perlu Kerja Sama Atasi HIV/AIDS
In Kesehatan on Sabtu, November 15, 2008 at 1:00 pmKamis, 13 November 2008 | 20:41 WIB
JAYAPURA, KAMIS – Pemerintah RI, khususnya Pemprov Papua, perlu meningkatkan kerja sama dengan pemerintah Papua Nugini (PNG) untuk menanggulangi penyebaran penyakit HIV/AIDS karena perkembangannya di kedua negara itu semakin pesat.
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Daerah Provinsi Papua, drh Costant Karma, menjelaskan di Jayapura, Kamis, penyebaran virus HIV/AIDS di Papua dan PNG saat ini sudah berada pada tahapan yang membahayakan sehingga perlu segera ada upaya-upaya penanggulangannya yang efektif dan kongkrit.
Perbedaan Budaya, Jadi Alasan Perceraian Edo Kondologit
In Aneka on Sabtu, November 15, 2008 at 1:00 pmPernikahan Edo Kondologit dengan Niar Septia Cahyana, yang telah terbina selama 12 tahun diambang perceraian. Adat-istiadat Papua, ditengarai sebagai penyebab keretakan.
“Masalahnya sebenarnya banyak sekali, salah satunya adalah adat istiadat Papua yang nggak bisa diterima istri saya, Keko (panggilan akrab Niar),” jelas Edo.
Meskipun tidak menyebutkan persis adat istiadat Papua yang dimaksud, namun diakuinya masalah perbedaan ini sudah berlangsung dalam 2 tahun terakhir. Mereka bahkan sudah pisah rumah selama kurun waktu tersebut.
Pasangan yang menikah pada 19 Oktober 1996 ini, akhirnya memilih bercerai untuk menghindari perbedaan semakin dalam. Berkas gugatan cerainya pun kini sudah berada di Pengadilan Negeri Tangerang.
MRP Minta Dana Otsus Disimpan di BPD Papua
In Ekonomi on Jumat, November 14, 2008 at 12:00 amSenin, 10 2008 11:24 WIB
JAYAPURA–MI: Majelis Rakyat Papua (MRP) meminta pihak berwenang agar mengusut pengalihan dana Otonomi Khusus (Otsus) Bagi Provinsi Papua DI bank lain dan semestinya dana Otsus itu disimpan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua.
Permintaan itu dikemukakan Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Agama MRP, Vitalis Yumte,SPd kepada wartawan di Jayapura, Senin(10/11).
Menurut Yumte, sumber resmi di BPD Papua bahwa dana Otsus Bagi Provinsi Papua sebesar Rp1,2 triliun yang dikucurkan pemerintah pusat dua tahun terakhir untuk pembangunan di Papua semestinya disimpan di BPD Papua tetapi permintaan oknum pejabat di Biro Keuangan Setda Provinsi Papua dialihkan disimpan di Bank Syariah Mandiri Cabang Jayapura.
Otsus Papua Belum Membawa Perubahan
In Politik on Kamis, November 13, 2008 at 12:00 pmsumber: www.sinarharapan.co.id
Jakarta – Pemerintah pusat dinilai tidak responsif untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Papua. Hingga kini belum ada langkah konkret untuk menangani berbagai persoalan. Bahkan, otonomi khusus (Otsus) yang dilaksanakan tidak jelas, sehingga tidak membawa perubahan bagi kesejahteraan orang Papua. Pemerintah pusat diminta mengambil tindakan nyata, sehingga Papua tidak merasa didiskriminasi.
Hal itu terungkap dalam diskusi “Masa Depan Papua Pasca Peluncuran IPWP (International Parliamentarians for West Papua)” di Jakarta, Selasa (11/11). Diskusi yang digelar Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) bekerjasama dengan Aliansi Mahasiswa Papua dan Gerakan Perjuangan dan Pembebasan Perempuan Papua Barat (GP3-PB) menampilkan pembicara, Ketua PBHI Syamsudin Radjab, Anggota DPD RI Ferdinanda Ibo Yatipai, Ahmad Dodi Kurnia (KNPI) dan Pemimpin Redaksi Sinar Harapan Kristanto Hartadi.
Penularan HIV/AIDS Memprihatinkan di Papua
In Kesehatan on Kamis, November 13, 2008 at 12:00 pmRabu, 12 November 2008 | 17:40 WIB
JAYAPURA, RABU – Penduduk Provinsi Papua dan Papua Barat yang terinfeksi virus HIV/AIDS saat ini diperkirakan mencapai 5.000 orang dan kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan.
“Padahal virus penyakit mematikan itu pertama kali ditemukan tahun 1992 di Kabupaten Merauke,Provinsi Papua, pada enam orang penderita saja,” kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Papua, drh Costan Karma, dalam jumpa persnya di Jayapura, Senin.
Ia mengatakan, dalam kurun waktu 16 tahun, penyakit HIV/AIDS itu berkembang cepat dan telah menginfeksi kurang lebih 5.000 orang.
Dia mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS itu, tetapi penyakit tersebut cenderung lebih cepat berkembang dibandingkan upaya penanggulangannya.
Model Pemberdayaan Perempuan Papua di Wamena, Jayawijaya
In Ekonomi on Rabu, November 12, 2008 at 3:12 pmDilaporkan oleh: Parjoko Midjan
Sumber: www.menkokesra.go.id
Juni 2008 – Deputi Menko Kesra Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan (BPP) Papua, dan Bagian Pemberdayaan Perempuan Pemkab. Jayawijaya, pada tanggal 23 Juni 2008 mengadakan rapat koordinasi membahas kebijakan “Peningkatan Usaha Ekonomi Keluarga” dan kegiatan ”Pelatihan Kepemimpinan untuk Isteri-isteri Kepala Kampung” di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.
Anthonius M. Ayorbaba: “Ingin Mengembalikan Citra LP Abepura”
In Profil on Senin, Oktober 27, 2008 at 7:00 amHARI Senin 4 Agustus 2008 lalu, Anthonius M. Ayorbaba-yang biasa disapa Theo ini dilantik Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia Provinsi Papua Irchamni Cabiburrachman menjadi Kepala Lembaga Pemsyarakatan (Kalapas) Klas IIA Abepura. Setelah pelantikan, kepada wartawan ia berujar bertekad akan membenahi wajah dan citra LP Klas IIA Abepura yang kusam.
Dari Koperasi Erpin ke Pasar Jouwaa
In Laporan Utama on Minggu, Oktober 26, 2008 at 7:00 amPertumbuhan ekonomi di Demta sudah dimulai sejak berkiprahnya Koperasi Erpin tahun 1951. Setelah 52 tahun, kini masyarakat di Distrik Demta mencoba kembali dengan semangat Erpin untuk mendongkrak kesejahteraanya melalui usaha ikan dan kakao.
Otsus di Distrik Senggi
In Laporan Utama on Jumat, Oktober 24, 2008 at 7:00 amOtonomi khusus sudah berlaku di Papua sejak tahun 2001. Kini telah mencapai tujuh tahun. Masih tersisa 18 tahun lagi. Walau demikian, dana yang diperuntukan untuk masyarakat asli Papua itu, tak kunjung dirasakan oleh mereka yang tinggal di kampung-kampung, seperti di Distrik Senggi.
Ance Wanggay: Mendongkrak Keberadaan Perempuan Supiori
In Suara Perempuan on Kamis, Oktober 23, 2008 at 7:00 amKetua PKK Kabupaten Supiori, Ance Wanggay SE membangkitkan keberadaan perempuan di Kabupaten Kepulauan Sopiori dengan pengetahuan dan ketrampilan.
DEBURAN ombak laut Pasifik yang menghantam Kepulauan Sopiori, tak dapat menghalang semangat kaum perempuan di sana untuk bangkit dan menata hidupnya sebagai sumber kehidupan.
Berawal dari Goyang Ngebor
In Laporan Utama on Rabu, Oktober 22, 2008 at 7:00 amRancangan Undang Undang Pornografi (RUUP) akan disahkan DPR RI. Tapi dalam pasal-pasal RUU itu, sangat mengkriminalisasikan tubuh perempuan dan dinilai sarat dengan muatan politik. Untuk itu, RUU ditolak di mana-mana, termasuk di Papua.
Rakyat Papua Tak Akan Patuhi
In Laporan Utama on Selasa, Oktober 21, 2008 at 7:00 amRancangan Undang-Undang Pornografi (RUU Pornografi) dinilai mengatur sesuatu yang privat sehingga rancangan undang-undang itu melanggar HAM. Sementara rakyat asli Papua menilai, bahwa jika RUU itu disahkan berarti Indonesia telah melakukan tindakan pembunuhan terhadap budaya Melanesia
MRP dan DPRP pun Tolak RUU Pornografi
In Laporan Utama on Senin, Oktober 20, 2008 at 7:00 amGaung penolakan terhadap RUU Pornografi akhirnya muncul juga dari dua lembaga negera yang ada di Papua, yaitu Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR Provinsi Papua
Bintang Kejora Berkibar Lagi
In Laporan Utama on Minggu, Oktober 19, 2008 at 7:00 amSekitar 100 meter dari Mapolsek Mimika Timur, bendera Bintang Kejora berkibar selama 30 menit. Setelah itu, polisi bergerak ke lokasi pengibaran. Betulkah, kinerja inteljen sangat lemah.? Ataukah pengibaran itu diciptakan untuk mengalihkan perhatian dari peristiwa bom di areal PT.Freeport?
Ketika Hutan Jadi Kebun Sawit
In Ekonomi on Sabtu, Oktober 18, 2008 at 7:00 amHutan di Papua kini mulai disulap menjadi kebun kalapa sawit oleh sejumlah perusahaan multinasional. Mampukah perusahaan-perusahaan itu mendongkrak kesejahteraan rakyat asli Papua?
Hati, Telinga, dan Mulut Bagi Kaum Tertindas
In Suara Perempuan on Jumat, Oktober 17, 2008 at 7:00 amKebijakan pembangunan saat ini belum berpihak kepada kaum perempuan. Untuk mendorong adanya perubahan kebijakan yang berpihak kepada kaum marginal, maka perempuan harus dapat mengisi kouta 30 persen di legislatif, baik yang ada di provinsi, kabupaten dan kota. Hal inilah yang diungkapkan Wakil Ketua II MRP, Dra. Hana S. Hikoyabi yang kini diakui sebagai hati, telinga dan mulut bagi kaum tertindas di Papua, termasuk perempuan asli Papua.
Sejarah Papua Perlu Dikenal
In Opini on Kamis, Oktober 16, 2008 at 12:00 amOleh H. Rosihan Anwar*
Belum lama berselang saya baca buku dalam bahasa Belanda berjudul “Papoea Een Geschiedenis” (2004), tebal 670 halaman, ditulis oleh Dirk Vlasbom yang sejak tahun 1990 menjadi koresponden surat kabar NRC Handelsblad di Jakarta. (Kabarnya, edisi Indonesia buku Vlasbom sedang dipersiapkan penerbitannya oleh Yayasan Obor Indonesia, red.).
Ada Kelebihan Dana Block Grant
In Laporan Utama on Selasa, Oktober 14, 2008 at 12:00 am28 kampung dari 84 kampung di Sarmi belum terima dana pemberdayaan kampung. Padahal, masih ada saldo di bank.
SARMI, sebuah kota tua di utara Kota Jayapura. Sejak 2002 sudah menjadi ibu kota Kabupaten. Pusat pemerintahan kota ini bukan lagi di kota tua, Holmafen, tapi di kota baru, Petam.
“Kami Belum Terima Buku Petunjuk”
In Laporan Utama on Senin, Oktober 13, 2008 at 12:00 amSEPUCUK undangan dari Kepala Distrik Pantai Timur Barat Kabupaten Sarmi, masih digenggam erat Beneditus Tonjau, 43 tahun, ketika mengikuti arahan Wakil Gubernur Papua, Alex Hessegem saat “turun kampung” (Turkam) di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, pada 26 Juli 2008.
Dua Tahun Bas, Satu Tahun Respek
In Laporan Utama on Minggu, Oktober 12, 2008 at 12:00 amSudah setahun dana Respek dikucurkan ke kampung-kampung. Tapi rencana strategi pembangunan kampung belum berjalan mulus. Ada salah paham terhadap program ini.
Meresmikan Lapangan Terbang Senggi
In Uncategorized on Jumat, Oktober 10, 2008 at 12:00 amGUBERNUR Papua, Barnabas Suebu, pada Jumat, 25 Juli lalu melakukan kunjungan (‘turkam’) ke Kampung Waley, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Ikut dalam rombongan Wakil Ketua II MRP, Kapolda Papua, Wakil Ketua PKK Provinsi Papua dan para SKPD Provinsi Papua. Sementara dari kabupaten, turut hadir bupati Kabupaten Keerom serta seluruh jajarannya.
Berjuang untuk Orang Asli Papua
In Laporan Utama on Kamis, Oktober 9, 2008 at 2:00 pmPermintaan agar orang asli Papua diakomodir dalam 11 kursi di DPRP Provinsi Papua dan sembilan kursi di DPRD Provinsi Papua Barat pada Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 2009 mendatang, direspon baik Komisi Pemilihan Umun (KPU) Pusat. Jatah kursi di legislatif bagi orang asli Papua ini diatur dalam UU Otsus bagi Papua. Tapi bisakah terakomodasi di Pemilu 2009 nanti?
Arang Tempurung Menggantikan Minyak Tanah
In Ekonomi on Kamis, Oktober 9, 2008 at 1:00 pmPenduduk Kabupaten Supiori menjadikan arang tempurung sebagai pengganti minyak tanah.
NYIUR (kelapa) di pulau-pulau di Kabupaten Supiori, bukan sekadar penghias negeri itu. Buah-buah yang melimpah dari nyiur itu juga tak hanya untuk dimakan atau dibuat minyak kelapa. Kini hamparan pohon kelapa itu dikelola Kantor Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Supiori.
Mempertimbangkan Arah Sejarah Kita
In Opini on Kamis, Oktober 9, 2008 at 12:00 pm“Orang Papua bisa menikmati hak-haknya sebagai manusia, bukan menyaksikan hak-haknya dilanggar atau dikekang. Inilah artinya merdeka sebagai manusia. “
L’histoire se repete! Sejarah berulang kata orang Perancis. Apa yang pernah terjadi di masa lalu terjadi lagi di zaman ini. Dan setiap pengulangan sejarah kelam berarti air mata tercurah. Kepedihan menancapkan cakarnya lagi di lubuk hati. Lalu pertanyaan yang terdengar klise harus diungkapkan lagi: mengapa ini terjadi? Tetapi sejarah akan terus berulang sampai, pada suatu titik, orang-orang yang terlibat dalam sejarah itu membelokkannya.
Opinus Tabuni tersungkur oleh peluru yang menembus dadanya. Serentak Wamena menjadi perhatian jagat. Air mata ibu-ibu menganak sungai. Getir rasanya. Peluru telah merenggut Opinus dari antara kaumnya. Ini bukan kematian oleh peluru yang pertama di Papua. Mungkin juga bukan yang terakhir. Pertanyaannya adalah mengapa kematian oleh peluru belum berakhir? Dan, mungkinkah suatu hari kelak tidak ada lagi anak-anak Papua mati karena peluru nan kejam?
Tak Tegas terhadap Aturan Sendiri
In Peristiwa on Kamis, Oktober 9, 2008 at 11:00 amSETELAH dengan tegas menyatakan tak memberi toleransi kepada partai politik (parpol) yang terlambat memasukan daftar bakal calon anggota legislatif, Ketua KPU Papua Benny Swenny kembali menarik kata-katanya. Usai menggelar rapat pleno dengan para anggota KPU Papua pada Rabu 20 Agustus lalu, Benny Sweny mengumumkan kalau KPU Papua telah mengambil dua keputusan penting yang intinya memberi perpanjangan waktu ke sejumlah parpol yang terlambat mendaftar.
Deklarasi dari Balik Bui
In Hukum on Rabu, Oktober 8, 2008 at 4:13 pmPengibaran Bintang Kejora merupakan bentuk protes terhadap usulan dialog nasional oleh pemerintah Jakarta. Filep Karma dan Yusak pakage mendeklarasikan diri sebagai pemimpin perjuangan.
Saat diwawancarai di ruangan Kalapas Abepura, Minggu, 17 Agustus lalu, Filep Karma dan Yusak Pakage didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Anthonius M. Ayorbaba, SH, M.Si dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM, Demianus Rumbiak, SH, mengakui sudah mendengar adanya surat dari anggota kongres Amerika tersebut. Namun sampai dengan saat wawancara, mereka belum menerima dan membacanya.
Wali Kota Menepis Tudingan
In Laporan Utama on Rabu, Oktober 8, 2008 at 3:56 pmWali Kota Jayapura sekaligus Ketua Umum Persipura, M.R. Kambu harus bekerja keras memulihkan namanya yang telanjur disiarkan media massa sebagai pelaku pemukulan pelatih Persipura. Ia merasa difitnah dalam peristiwa pemukulan pelatih tim Persipura Raja Isa pada 15 Agustus lalu di lapangan Mandala Jayapura. Dan mengancam akan menggugat media massa yang menyiarkan namanya sebagai pelaku. Gugatan itu akan ditarik, jika media yang menudingnya meralat pemberitaan dan menyampaikan maaf.
Persipura Tak Dapat Dana APBD Lagi
In Laporan Utama on Senin, Oktober 6, 2008 at 2:00 amMulai 2008, Pemerintah Kota Jayapura, tak lagi memberikan dukungan dana dari APBD untuk Persipura. Padahal, tahun 2006, klub ini dapat Rp 15 miliar. Tapi kini manajemen Persipura dikelola badan usaha sendiri. Persipura pun harus berupaya menggali dana dari sumber lain.
KPAN Gelar Pertemuan Regional
In Peristiwa on Senin, Oktober 6, 2008 at 1:19 amKOMISI Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) akan menggelar Pertemuan Regional KPA Kabupaten/Kota se tanah Papua di Sorong, 21-22 Agustus lalu. Salah satu tujuan temu regional itu, menyelaraskan strategi penanggulangan AIDS di tanah Papua dengan strategi pembangunan daerah, termasuk Rencana Strategi Pembangunan Kampung (RESPEK). Ini dikemukakan Wakil Gubernur Papua Alex Hasegem kepada pers, belum lama ini.
Memberdayakan Perempuan Kampung
In Peristiwa on Minggu, Oktober 5, 2008 at 10:49 pmKEPALA Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Nabire Provinsi Papua, Agustina Modouw, A.Md.Pd, Rabu 26 pekan lalu melakukan kunjungan ke Kampung Waroki Distrik Nabire Barat. Read the rest of this entry »
Bintang Kejora Berbuah Makar
In Politik on Minggu, Oktober 5, 2008 at 2:30 amSetiap peristiwa penting yang dirayakan masyarakat Papua kerap diselingi dengan pengibaran bendera Bintang Kejora. Walau sebagian pelaku pengibarnya dipenjara puluhan tahun, bendera Bintang Kejora terus saja berkibar. Pemerintah perlu kaji ulang kebijakan soal bendera di Papua.
Menyoal Legalitas DAP
In Politik on Minggu, Oktober 5, 2008 at 2:16 amHari Penduduk Pribumi Sedunia yang dirayakan di Wamena, 9 Agustus 2008 lalu, polisi tidak mengeluarkan surat izin karena Dewan Adat Papua tidak terdaftar sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan ke Badan Kesatuan Bangsa Provinsi Papua. Padahal, keberadaannya sudah diakui dan diterima masyarakat manapun.
Aksi Koboi Pengurus Persipura
In Noken on Minggu, Oktober 5, 2008 at 1:19 amAWAL Agustus 2008 lalu, saat Tim Persipura Jayapura menjamu Tim Persijap Jepara di Stadion Mandala Jayapura, terjadi peristiwa yang sangat menghebohkan, memalukan, dan sekaligus mencoreng wajah persepakbolaan Papua, dan juga Indonesia.
Hari itu, sementara pertandingan sedang berlangsung dan kedudukan kemenangan sementara Persijap Jepara 1 dan Persipura NOL! Keadaan ini membuat para pengurus Persipura yang sedang duduk nonton pun mulai panik dan mulai mengatur Pelatih Persipura Raja Isa, yang sedang sibuk mengontrol pertandingan pemainnya di lapangan.
Perempuan Sumber Kehidupan
In Suara Perempuan on Sabtu, Oktober 4, 2008 at 3:59 amDalam tradisi dan budaya suku Amungme, perempuan diidentikkan sebagai sumber kehidupan. Gara-gara perempuan, sesama warga Amungme bisa perang. Atau baku bunuh antara satu kampung dengan kampung yang lain atau antara satu marga dengan marga yang lain. Karena sangat berharganya nilai seorang perempuan. Apalagi jika ia punya karya tangan (in nago nin ), hatinya (nart nin), dan pengaruh yang nyata (in nagawan) bagi keluarga, suami dan masyarakat.
Ketika Perempuan Jadi Bupati di Nabire
In Suara Perempuan on Sabtu, Oktober 4, 2008 at 2:53 amPapua bakal menjadi contoh di Indonesia Timur. Pasalnya, baru pertama kali, perempuan akan menjadi bupati. Dan dengan nurani perempuan, Joseline Sipora Boray akan mengatur keluarga besar yang namanya Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.
Mengganti Cairan Infuse dengan Air Kelapa Muda
In Profil on Kamis, Oktober 2, 2008 at 1:12 amPROFIL: Nikolas Kogoya, Dokter Teladan 2008
DOKTER lulusan perguruan tinggi ternama di kota besar, kemudian bertugas di daerah sangat terpencil di Papua memang sangat menyengsarakan. Selain fasilitas kerja tidak tersedia, tidak ada sarana transportasi, konsentrasi pemukiman penduduk yang menyebar di wilayah yang sangat sulit dijangkau, serta tidak adanya penghormatan dan penghargaan masyarakat terhadap profesi dokter seperti yang biasa dialami para dokter yang mengabdi di kota-kota besar. Mereka setiap saat bepergian dengan mobil mewah dan bekerja di ruang ber-AC.
Di Balik Aksi Teror Bom di Timika
In Politik on Rabu, Oktober 1, 2008 at 5:14 amTimika negeri dollar. Gara-gara dollar, negeri ini dibom. Aksi teror bom ini selalu menjadi misteri. Pihak kepolisian Papua, masih menyelidiki. Tapi ada dugaan, OPM siap bertanggungjawab. Betulkah?
Akar Masalah HAM di Papua
In Opini on Rabu, Oktober 1, 2008 at 4:52 amOleh: *Aprila R. A. Wayar, SE
PASAL 1 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa ’semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan.’
Berdasarkan deklarasi ini, tidak ada seorang pun manusia di dunia ini yang berhak membunuh atau menghilangkan nyawa manusia lain sekehendak hati.
Membagi Kursi Yang Terbatas
In Laporan Utama on Rabu, Oktober 1, 2008 at 2:55 amSebanyak 1.283 orang lolos sebagai calon legeslatif dari 38 partai politik pada pemilu 2009 nanti. Jumlah ini jauh lebih banyak dari pemilu anggota legeslatif pada 2004 sebanyak 933 orang . Walaupun jumlah calon legeslatifnya bertambah, tetapi kursi di DPRP tidak bertambah hanya buat 56 wakil rakyat. Ke lima puluh enam kursi ini akan diperebutkan di enam wilayah pemilihan.
Bongkar Muat Pelabuhan, Harus Utamakan Beras
In Infokom on Selasa, September 30, 2008 at 3:45 amGuna mendukung pasokan beras diwilayah Papua, Wakil Gubernur Papua Alex Hasegem, pada Jumat (19/9) meminta aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Laut Jayapura, harus mengutamakan beras.
Tujuannya agar ketersediaan stok pangan menjelang hari raya lebaran dapat terpenuhi.
Hal ini disampaikan Wagub Alex Hasegem menanggapi pertanyaan wartawan usai melakukan peninjauan stok bahan pokok di pasar, supermarket dan gudang-gudang yang ada di wilayah Kota Jayapura.
M’thargu Monye di Kayopulau
In Peristiwa on Selasa, September 30, 2008 at 3:39 amPerempuan asal Kampung Kayopulau tak mau dicap ketinggalan jaman. Mereka mulai bangkit untuk menata hari depan yang lebih baik. Mereka bersatu dalam satu ikatan yang diberi nama M’thargu Monye, berarti perempuan sebagai sumber kehidupan dan sumber suka cita.
Peresmian dan pelantikan M’thargu Monye dilakukan oleh Ondoafi Kayopulau, Gasper Sibi di Kampung Kayopulau pada 5 September 2008. Peresmian dan pelantikan itu disaksikan oleh Walikota Jayapura, MR Kambu beserta Muspida Kota Jayapura, dan Ketua LMA Port Numbay, George A Awi.
Polemik PP N0. 77 Tahun 2007
In Opini on Senin, September 29, 2008 at 7:52 amOleh Anthon Raharusun*)
PERATURAN Pemerintah nomor 77 tahun 2007 tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Dalam artian, tidak diamanatkan langsung oleh perundang-undangan, termasuk Undang-Undang No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. PP No. 77 tersebut bukan justifikasi yuridis. Ia merupakan justifikasi politik, karena tidak bersumber langsung dari undang-undang yang menjadi dasar pencetusannya.
Suku Kawey Menolak PT ASI Beroperasi
In Peristiwa on Senin, September 29, 2008 at 4:32 amMASYARAKAT Adat Maya Suku Kawey, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat bersikukuh menolak tanahnya dieksploitasi PT. Anugerah Surya Pratama atau ASP yang telah berganti nama menjadi Anugerah Surya Indotama atau ASI.
Freeport Dukung Program Respek
In Peristiwa, Uncategorized on Senin, September 29, 2008 at 2:42 amPROGRAM Respek yang dicanangkan Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu mendapat dukungan penuh PT Freeport Indonesia (PT FI). Dukungan ini diwujudkan dengan dibentuknya “Papuan People Driven Development Knowledge Center’ (PDKC). Pada Jumat 5 September 2008 lalu, dilakukan peresmiannya oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu di Kotaraja. Acara ini dihadiri juga Wakil Gubernur Alex Hesegem dan seluruh jajaran SKPD, para kepala kantor dan badan se-Papua dan Presiden Direktur PT. FI Armando Mahler.
Ketika Alex Turkam di Sota
In Laporan Khusus on Sabtu, September 27, 2008 at 5:52 pmKedatangan rombongan tim turun kampung (turkam) dari pemerintah Provinsi Papua bersama pemerintah daerah setempat disambut meriah masyarakat di Distrik Sota. Belum memadainya jalur transportasi masih jadi persoalan utama Read the rest of this entry »
Otonomi Khusus dan Rendahnya Tingkat Kepuasan Sosial
In Opini on Sabtu, September 27, 2008 at 5:43 pmTELAH enam tahun Otonomi Khusus dijalankan di Papua. Namun, perubahan sosial yang cukup signifikan belum tampak. Bahkan, pendapat-pendapat yang kritis terhadap otsus bermunculan. Ada yang mengatakan otonomi khusus hanya menyuburkan mental korup dan budaya instan (“pemalas”), tidak menumbuhkan semangat kerja keras. Yang lain berpendapat bahwa otsus adalah rezeki bagi kalangan atas, yaitu para pejabat pemerintahan. Pendapat lain terasa lebih pedas. Otsus tidak lain adalah cara agar orang Papua dapat terus dikendalikan dan pelan-pelan mati dengan senyum. Read the rest of this entry »
Melihat Keberhasilan Respek
In Laporan Khusus on Sabtu, September 27, 2008 at 4:03 amJayapura, 15-Sept-08. Rencana strategis pembangunan kampung di Papua baru dimulai 2007 lalu. Tapi sebagian kalangan minta program itu perlu dievaluasi efektivitas dan keberhasilan program percepatan pemajuan pembangan kampung.
Read the rest of this entry »
Anggota MRP Rame-rame Jadi Caleg
In Laporan Utama on Sabtu, September 27, 2008 at 3:53 amSebanyak empat anggota Majelis Rakyat Papua aktif menjadi calon anggota legislatif pada pemilu 2009 mendatang. Mereka belum dikenai sanksi pemberhentian sebagai anggota Majelis.
Posisi Perempuan di Parpol Masih Tawar
In Laporan Utama on Sabtu, September 27, 2008 at 3:46 amBanyak parpol meminang perempuan sebagai calegnya, termasuk di wilayah Merauke. Tapi apakah hanya sekadar dipinang yang buntutnya hanya untuk meloloskan suara orang lain?
Kewajiban Saat Mengendarai Otsus
In Laporan Utama on Sabtu, September 27, 2008 at 3:41 amSejak UU Otsus terbit, pemerintah belum melakukan supervisi dan inter-mediasi, baik kepada pemerintah daerah Provinsi Papua, DPRD, maupun MRP, Akibatnya, tatacara atau mekanisme perekrutan anggota legislatif untuk 11 kursi tak jelas.
KPU Provinsi Papua Seleksi Berkas Caleg 2009
In Laporan Utama on Sabtu, September 27, 2008 at 2:13 amSelama dua pekan KPU Provinsi Papua meneliti kelengkapan dan keabsahan berkas bakal calon anggota legislatif yang diajukan partai politik peserta pemilu 2009. Ada sebagian berkas yang ditolak karena tidak memenuhi syarat.



















