Dalam tradisi dan budaya suku Amungme, perempuan diidentikkan sebagai sumber kehidupan. Gara-gara perempuan, sesama warga Amungme bisa perang. Atau baku bunuh antara satu kampung dengan kampung yang lain atau antara satu marga dengan marga yang lain. Karena sangat berharganya nilai seorang perempuan. Apalagi jika ia punya karya tangan (in nago nin ), hatinya (nart nin), dan pengaruh yang nyata (in nagawan) bagi keluarga, suami dan masyarakat.
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Timika’
Perang Untuk Menjaga Martabat
In Suara Perempuan on Sabtu, Oktober 4, 2008 at 3:49 amPada jaman dulu, terutama bagi masyarakat atau suku-suku yang mendiami wilayah pegunungan tengah, perang dipakai sebagai salah satu solusi dalam menyelesaikan masalah jika tidak bisa lewat meja perundingan. Beberapa soal yang bisa memicu perang antara lain karena soal babi, dusun, dan perempuan. Hingga kini, tradisi perang sebagai solusi mempertahankan martabat masih menjadi pilihan utama.
Di Balik Aksi Teror Bom di Timika
In Politik on Rabu, Oktober 1, 2008 at 5:14 amTimika negeri dollar. Gara-gara dollar, negeri ini dibom. Aksi teror bom ini selalu menjadi misteri. Pihak kepolisian Papua, masih menyelidiki. Tapi ada dugaan, OPM siap bertanggungjawab. Betulkah?
Kronologi Insiden Peringatan Hari Masyarakat Pribumi se-Dunia 9 Agustus 2008 di Wamema
In Uncategorized on Senin, September 29, 2008 at 4:58 amMASSA dari berbagai penjuru berkumpul di perempatan Tugu Pepera Kota Wamena menyambut panitia penyelenggara Peringatan Hari Masyarakat Pribumi se-Dunia, 9 Agustus 2008, Dewan Adat Baliem (DAB), Dewan Adat Papua (DAP) dan tamu undangan. Selanjutnya menuju Lapangan Sinapuk, Wamena.